Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Heran! Penanganan Bencana, Beda Lokasi Beda Penanganan, Bronjong di Jembatan Kampung Kalawi dan Kampus Adzkia, Beda dengan Lokasi Lain. Kok Bisa!

20 Mei 2026 | 20 Mei WIB Last Updated 2026-05-19T23:04:47Z

 




Janiah aianyo Batang Kuranji

Aia mangalia ka Siteba

Batanyo juo galanggang rami

Kok bronjong di Kampus Adzkia beda


Rang Pasisia ba parak gadang

Tumbuah sarumpun Bungo mawar

Bronjong pasia  disabuik urang

Partamo dibuek BWSS V di Sumbar


Pasca bencana yang melanda Kota Padang khususnya dan Sumbar umumnya, meninggalkan duka  mendalam. Warga yang berada dibibir sungai merasakan akibatnya. Rumah, sawah, ladang, permukiman, porak porak dihantam banjir bandang. 


Pasca bencana yang  dahsyat itu, pemerintah melakukan perkuatan tebing dan mencegah erosi, abrasi dan menormalisasi sungai. Khusus di Kota Padang, perkuatan tebing dilakukan dengan cara penumpukan batu, pemasangan geobag dan bronjong


Bronjong Berbeda


Penanganan darurat oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera  V (BWSS V) dikerjakan PT. Nindya Karya, masih menimbulkan tanda tanya warga, terutama pekerjaan bronjong. Sebab, Bronjong yang digunakan berbeda beda.


Ada bronjong biasa dan bronjong pasir. Perbedaan itu, sangat mencolok di Jembatan Kampung Kalawi dan Kampus Adzkia. Dan, ini menimbulkan tanda tanya warga. Kenapa harus berbeda? Apakah tak terkesan pilih kasih. Atau faktor lain yang menyebabkan terjadinya perbedaan. Entahlah


Telusuran yang dilakukan sepanjang sungai penanganan bencana, diakui terlihat perbedaan. Di Batu Busuk, Lubuk Minturun dan Aia Dingin, hanya menggunakan bronjong biasa. Sedangkan di Jembatan Kampung Kalawi dan Kampus Adzkia menggunakan bronjong pasir


Bronjong Pasir Kokoh Rapi dan Pertama di Sumbar


Bronjong biasa dan Bronjong pasir, fungsinya sama untuk penahan tebing. Bronjong biasa, hanya berisikan batu kali atau batu belah. Sementara, bronjong pasir, diisi pasir atau material halus dan dibungkus geotekstil agar pasir tak keluar.


Ini sering juga disebut sand gabion atau Reno mattres. Isinya padat dan rapat. Sangat cocok buat meredam hantaman air deras di sungai maupun di pantai. Kelebihan lain kuat menahan beban dan tahan lama. Permukaan pun rata dan terlihat indah dipandang mata


Pengakuan petinggi  BWSS V, bronjong pasir ini, pertama dibuat BWSS V di Sumbar. Pantas saja! Disamping kokoh, terlihat indah dengan geobag berwarna putih. Bak karung dalam sangkar, terlihat tersusun rapi dan menyejukkan lingkungan. Pantas saja warga bertanya. Kok, bronjong pasir ini, hanya digunakan di Jembatan Kampung Kalawi dan Kampus Adzkia. Kenapa tidak dilokasi lain. Ada apa? Bersambung


Penulis

Novri Investigasi

×
Berita Terbaru Update