Payakumbuh tasabuik Kota Galamai
Bukittingi ba jam gadang
Pulau Angso Duo di Pariaman
Kalau ingin juo badamai
Basiaplah siaplah untuk parang
Salasai juo di meja parundingan
Kutipan kalimat su Vis pacem parabellium ini, biasanya adagium yang terkenal dengan istilah peperangan. Bahkan, juga dipopulerkan kalangan penikmat film, sebab sebagian katanya digunakan menjadi judul. Pribahasa ini dipopulerkan penulis Romawi Publinus Flaviys Vegettius Renatus dalam bukunya de Re Militari di abad ke 5 Masehi
Untuk kalangan militer, adagium ini bermakna dalam, berkaitan dengan tanggungjawab pertahan suatu negara. Tapi, kita tak mengupas Si vis pacem para belum ini. Terlalu panjang, kalau diceritakan semakin meluas dan melebar. Dalam rumus matematika, panjang kali luas sama dengan lebar
Apalagi, membahas persoalan negara, politik yang berkaitan dengan adagium ini. Bukan kapasitas penulis yang tak memahami, politik pertahananam negara. Salah salah kupas, salah paparan, bukan mencerdaskan, malah membingungkan pembaca. Ujung ujungnya, penulis dicerca
Istilah ini, dikaitkan saja, dengan apa yang dilihat dan apa yang terjadi dalam kehidupan sehari hari. Seperti ribut tetangga sama tetangga, kampung sama kampung atau bisa juga suami istri. Bahkan, pejabat sama rakyat. Ya, versi kita saja, walau maknanya jauh dari yang sebenarnya
Namun, terungkap fakta, membenarkan cerita. Suami istri bertengkar, bahkan sempat berpisah sementara, walau belum terucap kata cerai. Ada pihak ketiga yang mendamaikan. Bisa orang tua, ninikmamak, sahabat dan saudara. Peperangan skala kecil dalam rumah tangga itu, berujung juga di meja perundingan
Dalam cerita lain, ada juga perdamaian berujung menguntungkan. Karena, di meja perundingan sudah disiapkan kompensasi dari perdamaian. Seperti menghina orang lain, menampar orang lain atau menuduh orang lain. Disini, juga terjadi perdamaian, disertai win win solusion ganti rugi
Pada cerita lain, meningkat ke lebih tinggi, seperti kasus korupsi, penyalahgunaan jabatan, ilegal logging, ilegal mining atau ilegal ilegal lain, sering damai di meja perundingan. Perdamaian ini, saling menguntungkan. Dan, banyak lainnya. Lanjutkan saja, kalau ingin berbagi cerita
Penulis
Novri Investigasi
