Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Meski, Dana Publikasi Diperbolehkan Untuk Website Internal, Tapi Media Tetap Dilibatkan. Ibaratnya, Kementerian PUPR Punya Dapur Sendiri, Tapi Butuh Ojek Buat Mengantar Makanan ke Rumah

04 Juni 2026 | 04 Juni WIB Last Updated 2026-06-04T07:36:33Z

 


Air itu bisa mengalir lancar, jika tak yang menghalangi. Air itu mengalir jernih, jika dihulu mengalir jernih. Hidup itu indah, jika ada komunikasi dua arah. Kinerja itu, berjalan dengan baik, jika saling membutuhkan. Bukan bisa berjalan sendiri, selesai sendiri, tanpa membutuhkan pihak lain.


Begitu juga media,  berfungsi menjadi corong bagi penguasa dan rakyat. Menyampaikan informasi ke publik. Tanpa media dunia gelap gulita. Jangkauannya lebih luas menyentuh seluruh lapisan masyarakat. 


Beda dengan media internal, untuk kalangan sendiri, publikasi sebatas untuk lingkungan sendiri. Memang sih, boleh mengelola sendiri, tapi jangan abaikan peran media.


Kisruh Media dan BWSS V


Terlalu panjang mengawali cerita. Baiknya,   kita masuk fokus permasalahan yang terjadi. Adanya, sorotan tajam media terhadap Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS V). Setajam silet, itupun dikeroyok bersama. Puluhan media ikut serta. 


Masalahnya, tak ada kerjasama publikasi berita, sementara anggaran tersedia. Tanda tanya menyertai pemberitaan, kemana raibnya anggaran tersebut? Ini yang menjadi benang merah permasalahan. Semakin kusut masai, tak kunjung usai


Sebuah tanda tanya bergayut di kepala, kok bisa  BWSS V  memanfaatkan kesempatan  dibolehkan anggaran publikasi untuk internal sendiri. Sehingga,  menjadikan  Permen PUPR No 15/2020, tentang layanan informasi publik via PPID + SE Sekjen PUPR No. 09/2021 tentang panduan pengelolaan Medsos, sebagai tameng


Berkilah, 

anggaran kehumasan  bisa diperuntukkan buat layanan informasi, publikasi dan dokumentasi kegiatan, pengelolaan media sosial kelembagaan dan hubungan media massa. Sementara, Portal websibe resmi BWSS V, masuk kategori layanan informasi dan publikasi kelembagaan.


Artinya, pengembangan maintenance, hosting, konten portal BWSS V, termasuk kegiatan kehumasan yang sah dibiayai dari pagu dana. Makanya, ini alasan BWSS V tak melakukan kerjasama dengan media lain. Tapi, tak elok juga berlindung dibalik semua ini. Seakan tak perduli kerjasama dengan media


Butuh Media Sebagai Pengeras Suara


Tak adanya kerjasama publikasi, BWSS V terkesan mematikan media. Padahal, kerjasama dengan media, menghasilkan publikasi luar biasa. Website internal BWSS V, buat transparan dan arsip resmi dokumen, pengumuman, data proyek langsung dari sumbernya. 


Sementara, BWSS V, hanya dibaca ASN dan Pemerhati PU. Sementara, media online, jangkauannya lebih luas ke publik. Intinya, BWSS V tetap butuh Media, buat menyebarkan informasi agar cepat sampai ke masyarakat umum. Intinya, Website BWSS V jadi sumber primer, media menjadi pengeras suara. Bersambung


Penulis 

Novri Investigasi

×
Berita Terbaru Update