Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Penanganan Banjir di Air Dingin. Bronjong Itu Berisikan Batu dan Beralaskan Geotekstill, Bukan Bongkahan Beton

19 Mei 2026 | 19 Mei WIB Last Updated 2026-05-19T10:22:41Z

 



PADANG, INPRO_Suara air mengalun syahdu, gemercik  air yang mengalir diantara bebatuan, terdengar lembut, tapi ada nada kesedihan mengiringi pekerjaan bronjong di Air Dingin. Berbatas Koto Panjang dan Balai Gadang, susunan Bronjong sekilas terlihat rapi. Namun, menyimpan cerita duka


Pekerjaan bronjong di Air Dingin, bertujuan mempercepat penanganan dampak banjir besar yang melanda Kota Padang. Apalagi, Air Dingin, kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah,  salah satu titik prioritas yang terdampak cukup parah, akibat derasnya arus air


Dan, sekarang sedang dilakukan penanganan darurat oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWS) Sumatera V. Pemasangan bronjong dikerjakan PT. Nindya Karya, sudah selesai dikerjakan. Tak ada lagi, aktifitas alat berat maupun pekerja di lokasi tersebut


Masih Menjadi Tanda Tanya


Dibalik selesainya pekerjaan bronjong di Air Dingin itu, ada sesuatu yang terasa beda. Perbedaan itupun terlihat di dua lokasi berseberangan. Telusuran media ini, Selasa (18/5) sekira pukul 16.00 WIB, pekerjaan 

bronjong di Balai Gadang Aia Dingin, geotekstell tak terlihat lagi.


Mungkin sudah tertimbun pasir ataupun batu di lokasi sungai itu. Sementara, di Koto Panjang, Ikua Koto, geotekstell, masih kelihatan. Bisa jadi,  baru saja selesai pekerjaan. Meski demikian, dibeberapa titik bronjong sudah terlihat goyang dan sedikit agak berantakan. 


Juga sudah terlihat rongga diantara susunan  batu bronjong. Penyebabnya, batu kecil yang berfungsi sebagai pengikat, keluar  dari kawat bronjong. Batu lebih kecil dari lubang bronjong, keluar terbawa air atau hujan yang membasahi daerah itu.  Engsel yang mengikat Bronjong dengan bronjong lain, kurang rapi dan diragukan kekuatannya


Sempat bercanda dengan warga yang mengambil batu dari sungai , mengaku tak tahu pekerjaan bronjong itu . Ia selama ini, hanya bekerja sebagai tukang angkat batu dari sungai. Memang, katanya batu untuk bronjong,  diambil di lokasi. Bahkan, batu berukuran kecil juga  dikumpulkan pekerja.


Bongkahan Beton Dimanfaatkan


Diantara susunan batu bronjong sepanjang sungai Aia Dingin, ada terselip bongkahan cekdam yang hancur dihantam banjir badang. Inipun menimbulkan tanda tanya, bolehkah material bongkahan beton itu, dimanfaatkan untuk pekerjaan bronjong. Itu baru yang timbul diantara susunan, bagaimana dengan yang sudah tertimbun?


Tak Ditanggapi


Sementara, beberapa pejabat dilingkungan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS V) dikonfirmasikan via WA,  terkait pekerjaan bronjong itu, Selasa (19/5), tak ada tanggapan sama sekali. Baik itu, Kepala Balai (KA Balai), Kepala Satuan Kerja (Ka Satker) maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Hingga berita ini diturunkan, tak juga kunjung mendapat jawaban.


Penulis : Idwar

Editor : Novri Investigasi

×
Berita Terbaru Update